![]() |
Tentu (jaket hitam) berpose dengan alat ciptaan nya yakni alat pembakar sampah non polusi. |
Selain Kades Kongsi jaya H Sutarjo sebagai tuan rumah, hadir pula Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH), Aep Surahman serta Camat Widasari, Dulyono .
![]() |
Alat pembakar sampah non polusi karya Rendi seorang anak desa Kongsi Jaya. |
"Inovasi tersebut tentu terkait denha bagaimana bentuk ukuran manfaat yang dirasakan serta seberapa besar pembakaran sampah semuanya melalui kajian dan uji coba,"ujar Sutarjo, Jumat, (4/1/2019).
Lanjutnya sedangkan anggaran pembuatan kami siapkan dari dana desa, tentu harapannya dengan pembuatan alat pembakar sampah dapat menginspirasi pemerintah desa lainnya agar berinovasi menciptakan alat pembakar sampah yang lebih maju dan simple,
Selain itu, kata dia, masalah sampah tidak sesederhana apa yang kita bayangkan kalau sampahnya sedikit memang sangat mudah tapi kalau setiap hari sampah menumpuk terus di buang ke sungai tentu tidak boleh di biarkan bau busuk sampah sangat mengganggu kurang nyaman keindahan Desa Juga sangat terganggu.
“Makanya kami sangat mendukung sekali atas penciptaan pembakaran sampah tanpa polusi terbaik inilah kami selaku kepala desa melakukan pembinaan agar apa yang telah diciptakan bisa bermanfaat untuk Desa Kongsi Jaya lebih luas lagi bermanfaat untuk Kabupaten Indramayu."jelasnya.
Dia menambahkan, penciptaan alat ini akan menunjang kebersihan kalau saja setiap desa mempunyai alat pembakar sampah tanpa polusi akan mengurangi kiriman sampah ke pembuangan sampah.
"Terakhir secara tidak langsung kami dan warga Desa Kongsi jaya kecamatan Widasari kabupaten indramayu ikut menjaga kebersihan kota kecil yang sedang berkembang kearah yang lebih baik lagi Indramayu Kotaku."pungkasnya
Ditempat terpisah Tasma (44) warga desa Kongsi jaya didampingi putranya yang bernama Rendi sebagai pencipta inovasi alat tersebut menceritakan awal pembuatan alat pembakar sampah tanpa polusi.
"Memang aku akui masih banyak penyempurnaan dan masih banyak kelemahannya semua itu tidak terlepas dari bimbingan Kuwu Desa Kongsi Jaya, H Sutarjo dengan kesabaran mau menerapkan memperbaiki kekurangan Aku sangat bersyukur sekali kemajuan Desa Kongsi Jaya sudah mulai terasa pemberdayaan masyarakat juga mulai dioptimalkan seperti alat pembakar sampah tanpa polusi itu semua sentuhanya hingga terwujud. (Sai)