![]() |
Ilustrasi |
inijabar.com, Kota Bandung- Larangan study tour yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Jawa Barat berbuntut pencopotan jabatan kepala sekolah SMAN 6 Kota Depok yang tetap melaksanakan study tournya ke Bali.
Kemudian Gubernur Jabar Dedi Mulyadi pun menegaskan, akan mencopot jabatan pihak sekolah se Jawa Barat yang tetap memberangkatkan siswa-siswi nya study tour ke luar daerah.
Namun, banyak pihak menyindir juga keterlibatan oknum sikap KCD (Kantor Cabang Dinas) Pendidikan di Jabar. Biasanya proses kordinasi izin juga dilakukan sekolah ke pihak KCD.
"Jika ada sekolah yang berani memberangkatkan siswa nya study tour, perlu dipertanyakan juga pihak KCD wilayah nya,"ujar praktisi hukum Andi Muhammad Yusuf.SH. Minggu (23/2/2025).
Pria yang akrab disapa Yusuf ini, menuturkan, biasanya awal.proses perencanaan study tour. Pihak sekolah juga berkordinasi dengan pihak KCD.
"Biasanya dalam mengeluarkan rekomendasi atau izin, ada disinyalir oknum KCD dapat komisi juga. Dan ini sudah jadi isu yang sering terdengar di masyarakat pendidikan,"ungkapnya.
Makanya, lanjut Yusuf, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi juga harus periksa juga oknum di KCD. Ada atau tidak praktik-praktik transaksi uang antara sekolah dan KCD.
"Ini kebijakan pa Gubernur Jabar kan harus adil jangan hanya memberi sanksi pihak kepala sekolah. Coba lah peroksa juga KCD nya,"tandasnya.(*)