Terkait Rumah Ambruk, Wabup Purwakarta Instruksikan BPBD Cek Penyebab Pergerakan Tanah

Redaktur author photo
Wabup Purwakarta Abang Ijo Hapidin didampingi anggota DPRD Purwakarta saat meninjau rumah ambruk.

inijabar.com, Purwakarta - Wakil Bupati (Wabup) Purwakarta, Abang Ijo Hapidin meninjau lokasi rumah yang ambruk di Perum Dian Anyar, Blok N2 No. 17  RT. 08/12 Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat pada Selasa 18 Maret 2025 sekira pukul 16.20 wib.

Abang Ijo didampingi Anggota DPRD Purwakarta, Dedi Juhari, serta Lurah Cisereuh, Yai Uun Khaerun yang memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut ambruk nya rumah milik Fauzan.

Dia menyampaikan, langkah awal tentunya mengevakuasi warga dari lokasi. 

BPBD bersama pihak terkait akan melakukan pengecekan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti pergerakan tanah ini.

"Ternyata aliran air di saat hujan besar terfokus ke sini. Terus tebingnya memerlukan saluran drainase yang tepat serta TPT yang kuat," ucapnya.

"Kebetulan disini juga ada pak Dewan dan untuk tindaklanjutnya sudah diajukan, mudah-mudahan bapak bupati dapat segera merealisasikan untuk kembali dibangun. Alhamdulillah dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa," sambungnya.

Abang ijo juga mengatakan untuk langkah antisipasi disekitar lokasi pergeseran tanah, aktivitas pasar bawah ini sementara akan ditutup dulu.

"Kita tutup dulu, untuk keamanan warga ya," ucapnya.

[cut]




Ternyata di lokasi yang sama ada pasar bawah di RT 08 RW 12 mengalami kerusakan parah akibat pergerakan tanah yang terjadi sejak beberapa waktu lalu. Selain itu ada dua rumah warga di RT 07 RW 12 juga mengalami hal yang sama.

Fauzan, korban yang rumahnya ambruk rata dengan tanah, mengungkapkan sebelum pristiwa itu terjadi sudah ada retakan-retakan kecil sejak minggu lalu. 

"Dari minggu lalu sudah mulai ada retak-retak, tapi kecil. Namun, retakan itu semakin hari semakin besar. Puncaknya tadi malam, sekitar jam 1:30 WIB, pas saya pulang dari Cirebon, pintu  sudah tidak bisa dibuka kemudian saya tendang mengeluarkan bunyi retakan," ungkap Fauzan, Selasa (18/3/2025).

Menurut dia, suara retakan terus terdengar hingga pagi hari, disertai pergerakan tanah yang semakin kuat.

"Saya rekam semua pergerakan itu, setiap dua menit sekali saya videoin," ujarnya.

Kuat dugaan, pergeseran atau pergerakan tanah itu dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Purwakarta sejak beberapa minggu terakhir.

"Mungkin karena hujan terus, air masuk ke tanah yang sudah retak, jadi semakin parah," jelasnya.

Sebelumnya, warga telah berupaya memperbaiki saluran drainase di sekitar pasar, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. 

[cut]


"Kita sudah perbaiki drainase, sudah dinormalisasi, tapi pergerakan tanahnya masih terus terjadi," ungkapnya.

Kata Fauzan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta telah memberikan bantuan berupa bronjong, terpal, matras, dan selimut kepada warga terdampak.

"Minggu lalu sudah dikasih bronjong dan terpal, hari ini dikasih matras dan selimut," kata Fauzan.(Sulkopli)

Share:
Komentar

Berita Terkini