![]() |
Jalur arah Puncak Bogor |
inijabar.com, Subang- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan isyarat akan melanjutkan pemberlakuan libur kerja di momen-momen tertentu bagi pengemudi ojek, pengemudi delman, supir angkot dan becak di wilayah yang dinilai sering membuat kemacetan.
Pelaksanaan kebijakan meliburkan para pekerja angkot, delman, ojek, becak saat momen libur lebaran 2025 dinilai efektif mengurangi kemacetan di titik-titik wilayah tertentu.
"Terima kasih pada jajaran kepolisian yang telah melakukan tindakan terukur sehingga kemacetan walaupun masih ada tetapi karena jumlah kendaraanya banyak relatif bisa diurai,"ujar Dedi Mulyadi dalam unggahan video nya di kanal Kang Dedi Mulyadi (KDM)
Dia juga mengucapkan terima kasih pada supir angkot khususnya di jalur Puncak, jalur Cipanas, yang telah mematuih kebijakan untuk libur bekerja sementara guna mengurangi kemacetan.
"Memang masih terjadi (macet) di Ciwidey karena memang di daerah itu saya tidak membuat kebijakan tetapi mulai kedepan, kebijakan untuk meliburkan supir angkot pada hari-hari tertentu yang timbul akibat gelombang pariwisata yang tinggi dan kemacetan panjang mungkin kita akan memberlakukan untuk libur bagi supir angkot, kusir andong, tukang becak, ojek,"beber KDM.
Pihaknya, lanjut KDM, tengah menghitung berapa pembiayaan yang dibutuhkan setiap tahun. Dirinya yakin akan banyak pihak yang membantu.
"Dan pastinya juga banyak pihak-pihak yang membantu dan bukan hanya dana pemerintah. Dana swasta misalnya Bank Jabar Peduli juga akan memberi supporting (dukungan). Ini langkah baik ya karena pemerintah harus memberikan jaminan kenyamanan untuk wisatawan yang berkunjung ke Jawa Barat,"tuturnya.
"Kita juga lagi memikirkan bagaimana alur yang ke Lembang yang masih macet. Kita akan cari solusi dan tidak mungkin bisa selesai tahun ini. Kan jabatanya juga baru sekitar 43 hari dikurangi kegiatan di Magelang Retret 14 hari, itu tak kurangi libur, berapa paling efektifnya saya bekerja 20 hari,"ujarnya.(*)